Senin, 03 Januari 2011

Dampak Game Online Bagi Remaja dan Pelajar

Nah gan,agan agan smua pasti tw kan game online yang lagi marak di indonesia sekarang seperti Point Blank,Seal Online, RF, dan masi banyak yang lainnya,,nah gan game game yang kayak gini yang bikin moral bangsa jadi turun gan,liat aja anak anak yang musti sekolah gara gara game online jadi cabut gan,,aneh ane…–__–
ane aja dolo suka maen game online jga gan tpi ane bisa bagi waktuu,,waktu belajar kta gunakan untuk belajar waktu maen ya maen gan..:)..

tanpa basa-basi ane langsung kasih ulasannya gan..


Internet yang selama ini kita ketahui hanya untuk browsing, e-mail, chatting ternyata sekarang sering digunakan oleh mahasiswa untuk bermain game yang lebih dikenal dengan game online. Dimana game online itu sendiri didefinisikan sebagai fasilitas permainan digital yang dapat terhubung dengan puluhan orang sekaligus serta dengan beragam permainan yang menarik bagi pemain yang suka bersaing, juga dapat merangsang pemain untuk menampilkan hasil yang lebih baik, karena masing-masing pemain akan berusaha untuk mencapai patokan yang bersifat unggul. Game online sebagai bagian dari budaya juga berpengaruh terhadap motivasi berprestasi. Dari hal tersebut dapat kita lihat bahwa, game online yang ada sangat berdampak negatif bagi subjek. Game yang tidak mendidik, sebab gambargambarnya hanya fantasi belaka, sehingga sifatnya hanya menyenangkan, dan game hanya membuang-buang uang, waktu, dan membuat seseorang menjadi malas, sebab pekerjaan-pekerjaan yang lain akan terbengkalai. Subjek juga merasa bahwa pengaruh game online tersebut tentunya bersifat negatif dan dapat membuat motivasi subjek menjadi rendah atau turun sehingga membuat nilai pelajaran atau prestasi akademisnya menurun, semenjak subjek mengenal game online. Mereka yang memiliki kebutuhan untuk berprestasi yang rendah akan menghindari prestasi. Mereka melihat kegagalan sebagai berasal dari kurangnya kemampuan, sebuah faktor yang tetap yang tidak dapat berubah secepatnya (Jung, 1978). Subjek memiliki motivasi berprestasi yang rendah, hal tersebut dapat dilihat dari keseharian subjek. Subjek cenderung menghindari prestasi dengan cara jarang kuliah. Jika datang ke kampus, subjek tidak atau bolos kuliah, tetapi malah datang ke warnet terdekat untuk bermain game online. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa game online memiliki dampak terhadap motivasi berprestasi bidang akademik pada mahasiswa, hal tersebut membuat motivasi berprestasi mahasiswa pun akan cenderung menjadi rendah atau turun karena mereka lebih memikirkan game online. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai dampak bermain game online terhadap motivasi berprestasi mahasiswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus atau penelitian kasus (case study). Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pria yang gemar bermain game online dan berusia 23 tahun. Selain wawancara yang dilakukan dengan subjek, peneliti juga melakukan wawancara dengan significant other yaitu teman subjek yang juga sahabat dari kecil subjek. Sebagai orang yang gemar bermain game online, subjek sangat antusias sekali dengan semua permainan yang tersedia dan membuat subjek kecanduan untuk bermain game online. Hal ini terjadi karena ia merasa penasaran dengan permainan tersebut. Pada awal ia mencoba permainan game online, ia hanya iseng sekedar mengisi waktu yang kosong ketika sedang tidak ada kuliah.namun, ketika ia menjadi penasaran, lalu mencoba terus, dan terus lalu menjadi ketagihan, maka ia harus rela mengorbankan waktu kuliahnya hanya untuk bermain game online. Secara tidak sadar subjek menganggap bahwa permainan game online yang ia mainkan justru lebih menarik dibandingkan dengan kuliah dan bermain permainan lainnya. Subjek menjadi lupa akan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa yang harus belajar menuntut ilmu dan kuliah sesuai dengan jadwal yang ada.
Melihat hal tersebut maka motivasi berprestasi subjek pun akan cenderung menjadi turun karena subjek lebih memikirkan game online.

Bagi para kalangan pelajar mungkin tidak asing dengan permainan game online. Sekarang ini bisnis warnet yang menyajikan permainan game online sedang merambak di kota – kota besar sejabodetabek tak menutup juga warnet di kota lainnya. Terhitung sejak tahun 2002 hingga sekarang grafik peminat Game Online semakin meningkat dari tahun – ketahun hingga sekarang. Di tahun 2010 ini tak heran jika kita jumpai hampir disetiap pinggir jalan dapat kita temui beberapa tempat warnet yang menyediakan fasilitas internet untuk browsing maupun game online, dari hasil survey kami, dibeberapa tempat didapatkan para kalangan pelajar yang tak kelak selalu datang untuk menghabiskan waktunya bermain game online dan terdapat juga beberapa pelajar yang tidak masuk sekolah ( bolos ) hanya demi bermain game online entah apa yang ada dibenak mereka hingga lebih memilih bermain game online dibandingkan belajar disekolah. Apa yang dilakukan pelajar tersebut terkadang tidak sepengetahuan orang tua, orang tua pun hanya mengetahui anaknya berangkat ke sekolah untuk belajar tetapi terkadang hal itu bisa berkata lain. Seharusnya para orang tua harus lebih memperhatikan lagi anak – anak mereka dan memberi penjelasan kepada mereka agar manfaatkan waktu sekolahmu untuk belajar karena masih banyak diluar sana yang tidak bisa merasakan bangku pendidikan karena terbentur oleh faktor ekonomi.
Untuk mengetahui lebih dalam lagi kami mencoba melakukan survey langsung dan sekaligus bertanya kepada beberapa pelajar yang bermain game online disalah satu warnet di daerah Jatiwaringin ,Pondok Gede, Bekasi. Di tempat ini boleh dibilang selalu ramai/diminati oleh para pelajar yang ingin bermain game online.
Sebelum melakukan wawancara terhadap beberapa pelajar, kami menyempatkan diri untuk terlebih dahulu bertanya – tanya dengan salah satu OP sebut saja namanya “Mas Galuh” yang baru sekitar 4 bulan bekerja sebagai OP di tempat tersebut lalu kami melemparkan beberapa pertanyaan kepadanya. “Siapa saja sih yang sering datang ke tempat game online ini?”, “biasanya yang datang kemari rata – rata anak SD,SMP dan SMA dan kebanyakan dari mereka mengambil paket 5 jam dari pukul 7-12 siang,jawab Mas Galuh”. Dari sini pun kita dapat melihat ada pula pelajar yang tidak masuk sekolah dengan perhitungan waktu bersamaan dengan jam sekolah jadi pada saat mereka pulang orang tua hanya mengetahui anaknya sepulang dari sekolah. Lalu kami bertanya kembali kepada Mas Galuh “Apa sih yang biasa dimainkan oleh para pelajar dan menurut mas sendiri bagus gak permainan game online bagi para pelajar pada umumnya ?” . “rata – rata para pelajar tersebut bermain game online seperti Ayodance, RF, Dota, PB dan selain game online mereka juga biasanya membuka jejaringan sosial seperti Facebook kemudian untuk bagus tidak nya bermain game online bagi pelajar menurut saya tergantung dari pribadi para pelajar itu sendiri bagaimana mereka dapat mengatur waktunya dimana saat waktu untuk sekolah dan bermain lalu dari game online ini mungkin ada nilai baik dan buruknya, untuk buruknya pasti lebih banyak mereka bisa lupa akan kewajibannya untuk belajar, lupa waktu hingga tidak sekolah dan baiknya mungkin mereka bisa mendapatkan banyak teman baik nyata maupun di dunia maya ,jawab Mas Galuh”.
Selepas kami bertanya – tanya dengan OP ditempat tersebut, kami melanjutkan dengan mewawancarai beberapa pelajar yang sedang bermain disana. Diawali dengan wawancara kami dengan salah satu siswa tingkat 5 SD sebut saja namanya Danu ,dia ternyata sering sekali bermain game online ini selepas pulang sekolah ,orang tuanya pun mengetahui kebiasaanya bermain ditempat ini dan hanya berpesan kepadanya agar tau waktu bermain. Kami pun bertanya juga kepadanya ” Apa enaknya sih bermain game online ini ,biasanya suka maen apa disini ?”, ” ya,emm…enak aja seru , biasanya maen Ayodance, leaf 4 dead sama buka facebook,jawab Danu dengan polosnya”. Anda bayangkan saja siswa sekolah dasar tersebut terlihat mahir sekali dengan menggunakan komputer apa lagi sudah mengerti menggunakan jejaringan sosial yang dikenal dengan Facebook, dizaman saya SD dulu mungkin belum ada seperti ini. Memang benar perkembangan zaman sekarang ini sudah sangat pesat sekali anak – anak pun dapat menggunakan komputer dengan baik walaupun hanya cuma game online mungkin orang tua mereka pun tidak selihai mereka menggunakan komputer.
Dalam wawancara selanjutnya kami menyempatkan diri mewawancarai seorang siswi dari salah satu SMP Negeri sebut saja namanya adalah Grace dan Tika keduanya merupakan teman sekelas dan memang paling suka bermain game online terutama Ayodance mereka juga memanfaatkan game ini untuk bisa menambah teman apalagi mendapatkan kenalan seorang cowo, ya beginilah siswi ABG sekarang sudah mengenal apa namanya pacaran. Mereka disini tidak merasa minder ataupun malu bermain disini secara mayoritas disini kebanyakan yang bermain adalah para laki – laki bagi mereka bukan lah sebuah masalah secara mereka juga sama – sama bayar bermain disini.
Kemudian dalam wawancara yang terakhir kami mewawancarai salah seorang pria yang telah di keluarkan oleh sekolahnya (DO) karena selalu sering tidak masuk sekolah dan lebih mementingkan game onlinenya. Sebut saja nama pria ini adalah Ferdy sebenarnya ia seharusnya masih duduk di bangku 2 SMA dan telah menekuni dunia game online ini sejak 1 SMP. Kami pun bertanya kepadanya ” Kenapa sih lw dikeluarin dari sekolah,terus game online apa yang lw maenin sekarang?”, ” Gw memang dikeluarin dari sekolah karena emank gw nya juga gak suka sama sekolahnya makanya gw lampiasin dengan bermain game online,kalo game online yang gw tekunin sekarang RF ,jawab Ferdy dengan santainya”. Hal seperti inilah yang kurang diberikannya perhatian orang tua kepada anaknya dimana orang tua terlalu memberi kebebasan yang justru suka disalah pahamkan oleh si anak tersebut. Selanjutnya kami melanjutkan kembali melakukan pertanyaan – tanyaan kepada Ferdy , ternyata dari game online ini permainan RF yang ia tekuni ini menghasilkan uang yang lumayan cukup untuk mengisi dompetnya dengan menjual ID RFnya yang telah jadi (GG) seharga Rp 500.000,- tandasnya. Wah….kami berpikir itu sih sama saja dengan billing yang ia pergunakan untuk bermain RF hingga charnya sampai jadi lalu dijual.
Dari hasil yang kami dapatkan secara langsung tentang dampak yang ditimbulkan dari permainan game online yang digeluti kebanyakan para pelajar ini terdapat nilai negatifnya dan hanya sedikit positif dari bermain game online.
Dampak negatif :
  • pelajar yang bermain game online hanya menghambur – hamburkan waktu dan uang secara sia – sia .
  • bermain game online membuat mereka menjadi ketagihan .
  • terkadang lebih merelakan sekolahnya untuk bermain game online (bolos sekolah).
  • dengan bermain game online tersebut juga bisa membuat mereka lupa waktu, untuk makan, beribadah, waktu untuk pulang ,dll.
  • dengan terlalu sering berhadapan dengan monitor secara mata telanjang dapat membuat mata nya menjadi minus , nyatanya umur mereka masih muda – muda.
  • anak tersebut jadi sering berbohong kepada orang tuanya karena ia awalnya pamit untuk berangkat sekolah ternyata ia bolos sekolah untuk bermain game online.
Nilai positif :
  • pelajar tersebut dapat menguasai komputer lebih lanjut .
  • dengan bermain game online secara langsung ia dapat mengerti bahasa Inggris yang dipergunakan pada gamenya tak jarang mereka juga mesti mengartikan sendiri kata – kata yang mereka tidak ketahui.
  • dari game online ini dapat menambah teman mereka walaupun hanya didunia nyata maupun maya .
  • bagi yang telah mempunyai ID dari salah satu game onlinenya yang telah jadi (GG) mereka dapat menjualnya dengan orang lain dan akhirnya mendapatkan uang dari hasil tersebut.
Dari info yang dapat kami berikan ini, semoga para orang tua agar lebih memperhatikan anaknya lagi apakah yang dilakukan anak – anaknya selama ini benar atau tidak. Untuk lebih baiknya seorang anak diberikan kembali penjelasan kewajiban apa yang ia lakukan sebagai seorang pelajar pada umumnya, mengajaknya untuk lebih menghemat uang atau lebih baik ditabung dari pada dihabiskan untuk keperluan yang tidak penting, jika memang anak tersebut suka bermain game online berikanlah aturan waktu untuk bermain sebaiknya tidak mengganggu waktu jam sekolahnya dan memberikan batasan waktu untuk bermain , ia mesti tau kapan waktunya pulang kerumah agar tidak sampai larut malam. Semoga info ini dapat bermanfaat bagi anda terutama para orang tua dan para pelajar sekarang ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar